Minggu, 27 Mei 2018

#ExploreBlitar – Maret 2018

Bermula dari ajakan teman saya yang sedang pulang ke Blitar dan butuh jalan-jalan (alias melarikan diri sejenak dari skripsweet wwkwk), saya pun memenuhi permintaannya. Itung-itung, saya juga ikutan refreshing hehehe.

Kayaknya udah lama juga sih saya gak jalan-jalan ke tempat wisata. Paling mentok juga cuma muter-muter kota. Itu aja juga gak lama, cuma muter bentar doang deh ya. Duh makanya kok hidup ada surem-suremnya gitu yak. Ternyata kurang piknik wkwkwk.

Pantai Pudak (Ngadipuro, Wonotirto, Blitar)

Tujuan pertama kita adalah ke Pantai Pudak yang berada di daerah Ngadipuro, Wonotirto, Kabupaten Blitar. Berdasarkan info dan hasil kepo ke beberapa orang yang pernah kesana sih katanya bagus. Tapi ya gitu..... bagusnya juga sebanding sama akses jalan menuju kesana. Oh oke, kita bertiga tetep nekat kesana karena udah niat pokoknya harus jadi piknik. Hahaha dasar anak muda ya gini deh

Perjalanan dari kota ke Pantai Pudak menempuh waktu sekitar 1,5 jam. Dari perempatan lampu merah Lodoyo, ambil ke arah Ngeni. Kemudian ikutin plang tulisan Pantai Pudak. Pokoknya ikutin aja, gak bakal tersesat kok. Atau juga bisa ngemaps (tapi siap-siap sinyal ilang di beberapa titik wkwk)

Awal perjalanan sih lancar-lancar aja. Baru deh, 3 kilometer sebelum lokasi..... pengorbanan banget HAHAHAHAHA. Bener deh kata orang-orang. Jalanan terjal, batu-batu gitu. Dari yang awalnya ngantuk sepanjang perjalanan, jadi melek buat konsetrasi wkwkwkwk.

Saya yang awalnya boncengan sama teman saya, akhirnya teman saya pindah dibonceng sama teman saya yang satu lagi. Jadinya saya nyetir sendirian kayak pendekar.

Serius, itu jalannya beneran batu-batu. Jadi harus pelan-pelan dan pinter-pinter cari celah biar gak kena batu dan ‘kejeglong’ wkwkwk. Gak sempet buat ngedokumentasiin jalannya soalnya saya keadaan lagi nyetir.

Dan setelah sekian lama perjalanan, akhirnya sampai juga di Pantai Pudak. Alhamdulillaah.

Ini pantai beneran keren banget sih! Masih keliatan asli karena emang belum banyak yang tahu (mengingat jalannya yang super ekstrim). Jadi beneran pantai kayak privat gitu. Cuma ada beberapa orang yang ada disitu.

Biaya masuk pun gratis, bahkan tukang parkir aja gak ada sama sekali. Fasilitas umum seperti wc, mushola, dan pedagang makanan pun nggak ada sama sekali wkwkwkwk. Seriusaaan! Jadi kudu siap-siap bawa jajan aja yang banyak dan air putih yang banyak (panas, choy!)







Gimana? Oke nggak?
Ini salah satu pantai dari jajaran 11 pantai yang ada di Ngadipuro loh!


Keboen Kopi Karanganjar (Modangan, Nglegok, Kab. Blitar)

Beberapa hari setelahnya, kita lanjut perjalanan ke Keboen Kopi Karanganjar yang ada di daerah Nglegok. Sebelumnya, saya udah pernah kesini sih tahun lalu. Tapi karena dulu masih belum jelajahin semua, jadinya oke oke aja kalau kesini lagi hihihi.

Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam dari Blitar Kota. Dari Makam Bung Karno, ke utara terus arah menuju Candi Penataran. Lurus terus, sampai nemu pasar sebelum masuk area Candi Penataran, ambil arah kanan. Nah ikutin aja rute yang tertera disana hehehe.

Akses jalannya cukup mudah kok, gak kayak Pantai Pudak kemarin WKWKWK. Karena tempat ini merupakan tempat yang cukup hits di daerah Blitar sejak beberapa tahun lalu, jadinya lebih mudah ditemukan dan diakses.

Oh iya, sesuai namanya, tempat ini merupakan tempat yang berbau kopi. Jadi disini merupakan tempat produksi kopi dan menyediakan berbagai jenis kopi yang lainnya.

Kalau gak salah sih, tempat ini baru dibuka untuk wisata sejak 2016 yang lalu. Dan banyak spot-spot yang instagramable, jadinya banyak anak-anak muda pada berkunjung kesini (dan ini juga yang bikin saya penasaran, haha)

Harga tiket masuknya lumayan. Cuma 10.000 aja kalau weekdays, kalau weekend 15.000. Disini fasilitas juga lengkap loh! Ada arena permainannya pula XD


 Toko oleh-oleh khas Keboen Kopi Karanganjar













 Dan disini, salah satu tempat yang paling hits di IG alias spot yang instagramable


 Oh iya, selain kopi-kopian, disini juga ada beberapa museum diantaranya Museum Pusaka dan Moesioem mBlitaran. Dan di Museum Pusaka ini, kita tidak diperkenankan untuk foto-foto di dalamnya, jadinya cuma saya foto dari luar ehehehehe
ini Moesioem mBlitaran. Isinya ada lukisan dan sejarah dari Blitar juga




 Beberapa jenis kopi yang dijual disini




Sempet juga ngulik ke belakang ke arah pabrik. Dasar saya dan teman-teman saya pada kepo semua wkwkwk. Dan diperbolehkan masuk sama Bapak-bapak pekerja yang ada disitu.

Kebetulan ini pas nggak lagi produksi dan pas nggak panen. Katanya sih masih sekitar bulan Juni baru panen kopi.

Jelajah kayak gini ternyata seru juga loh. Apalagi kalau ada adegan nyasar-nyasarnya hahahaha (katanya sih, kalau pas lagi travelling terus gak ada nyasar-nyasarnya, kurang greget wkwkwk)

Tapi yang paling jadi favorit saya ketika jalan-jalan gini adalah, saat berinteraksi dengan masyarakat sekitar dan saat kepo-kepo tentang tempat yang saya kunjungi. Mulai dari ngulik sejarahnya, atau apapun. Gak ngeri seneng aja gitu loh kalau udah tanya-tanya hiihihi.

Mungkin di Bulan Maret cukup segini dulu ya. Dan btw, pumpung ini weekend, siapa tahu ada yang berminat mau jalan-jalan ke dua tempat ini? hihihi.

See you on next post!



Love,


Andhira A. Mudzalifa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar :) No SPAM and SARA ya ^^