Jumat, 16 Desember 2016

Pulang

"Sebab seperti kau yang punya tempat untuk pulang di senjakalamu, begitu juga kelana yang ada dalam dirimu, yang senantiasa jauh dan sendiri. Rumahmu adalah tubuhmu yang lebih luas. Ia tumbuh di bawah matahari dan tidur di ketenangan malam, bukannya tanpa mimpi.” – Kahlil Gibran

Beberapa hari yang lalu, saya memutuskan untuk pulang ke rumah setelah sekian minggu terkurung di kota rantau untuk melaksanakan ujian semester. Sebenarnya disela-sela ujian itu bisa pulang waktu weekend, tapi saya memilih untuk tidak pulang hingga ujian selesai. Kebetulan hari Senin ada tanggal merah, jadi ada kesempatan 3 hari untuk di rumah.

Tiga minggu lamanya gak pulang. Lumayan kerasa sih bagi saya, soalnya hampir setiap minggu saya selalu menyempatkan diri untuk pulang ke rumah. Walau harus menempuh perjalanan hampir 6 jam, tapi rasanya ada kebahagiaan dan kelegaan tersendiri bisa menghabiskan akhir pekan di kota sendiri.

Tapi kepulangan ke rumah kali ini terasa sangat berbeda.

Sebelumnya, saya merasa bahwa pulang adalah saat-saat dimana kita kembali ke kampung halaman kita, kembali berkumpul dengan keluarga dan sahabat yang kita sayangi. Sudah, hanya itu saja.

Untuk kali ini, arti 'pulang' bagi saya memiliki makna yang lebih mendalam dan lebih berarti.

Saya tiba-tiba seperti mendapatkan energi positif yang baru setelah pulang dan bertemu dengan Bapak, Ibuk, kedua adik saya, tetangga, dan sahabat-sahabat saya. Entah mengapa, tiba-tiba muncul rasa semangat baru untuk menjalani hidup, haha. Mungkin efek kejenuhan dan stress yang amat sangat setelah menjalani ujian yang cukup lama.



Pulang ke kota asal kali ini, membuat saya merasa begitu dicintai dan dianggap 'ada'. Dinanti kepulangannya oleh keluarga *GR dikit gapapa la yau wqw*, ditunggu kehadirannya oleh sahabat-sahabat saya yang bertanya "Dhira kapan pulang Blitar? Ayo meet up!". Membuat saya semakin bersyukur, dikelilingi oleh orang-orang yang begitu baik. Seakan Allah mengerti bahwa saya membutuhkan kehadiran mereka untuk menjalani hidup.

Dan pulang juga membuat saya kembali merasakan kedamaian. Membersihkan hati dan pikiran-pikiran yang kacau, mengobati kesedihan yang dipendam sendiri. Merasakan kembali hawa dingin, bau sawah yang begitu menyejukkan, kota yang tenang tanpa macet, yang tak bisa saya temui di kota rantau tempat saya berkuliah. Sungguh, kebahagiaan sederhana yang tak bisa digantikan dengan apapun.



Mungkin bagi kebanyakan orang ini terasa berlebihan bahkan alay haha. Tapi ini murni berdasarkan apa yang saya rasakan saat pulang beberapa hari yang lalu.



Kembali saya menemukan alasan kenapa saya memilih untuk pulang hampir setiap minggunya selain untuk bertemu dengan keluarga (saya mah anaknya gak bisa kalo gak ketemu langsung sama keluarga, walau udah telepon selama apapun. Harus ketemu walau cuman sehari dua hari. Heheu. Rasanya ada kelegaan dan kepuasan tersendiri bisa ketemu keluarga dan bertatap muka langsung dengan mereka). Ya, untuk kembali mendapatkan energi positif, kenyamanan dan ketenangan diri yang tak saya temukan di kota rantau, walau udah lebih dari 2 tahun saya berada di kota rantau ini.

Teruntuk kalian yang sudah lama berada di kota rantau, jangan lupa untuk menyempatkan pulang. Temui kedua orangtuamu, kakak maupun adik-adikmu yang walaupun kadang bikin sebal, tetapi hanya mereka lah yang mau menerima apa adanya dirimu. Temukan kembali energi positif yang tak kau temui di kota rantaumu (rasanya beda loh di kota sendiri sama kota rantau!) dan nikmati kedamaian dan ketentraman kota sendiri yang lama gak pernah kamu temui. 


"Home is where the heart is" 

Have a nice day!


With love,

Andhira A. Mudzalifa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar :) No SPAM and SARA ya ^^