Kamis, 22 Desember 2016

Happy Anniversary 3rd, Aderation Project!

Hari ini, Aderation Project berusia 3 tahun. Wow! Rasanya nggak percaya, project yang dijalankan bersama sahabat saya sejak akhir SMA masih berjalan dan bertahan sampai saat ini. Ya, meski dua tahun belakangan saya menjalaninya dengan LDR Blitar-Surabaya dan membagi waktu antara kuliah dengan bisnis, tapi saya enjoy aja sih hihihi soalnya ini memang mimpi saya dari dulu. Dan mimpi itu harus diperjuangkan, kan?

Tiga tahun bersama Aderation Project merupakan tiga tahun yang luar biasa bagi saya. Kolaborasi bersama sahabat saya (Heni Ika Dewi Lestari dan Angga Salim Yusupian) untuk mendirikan bisnis kado handmade yang merupakan mimpi saya sedari dulu. Ah rasanya kayak masih kemarin gitu tercetus ide ini hahaha. Dan sekarang gak kerasa udah tiga tahun aja.

Bersama dengan Aderation Project, saya belajar banyak hal baru. Mulai gimana caranya menciptakan produk, memasarkan produk, mencuri hari para customer (yang kita sebut dengan Aderafriend), berkolaborasi dengan banyak orang, berkenalan dengan banyak orang, belajar untuk lebih sabar dan ramah, disiplin bagi waktu, menghadapi orang dengan karakter yang berbeda-beda, belajar untuk berkomitmen dengan mimpi, dan masih banyak lagi. Alhamdulillah, bersyukur.

Memang, selama tiga tahun Aderation Project berdiri, masih banyak kurangnya. Kayak masih slow respon buat balesin chat, produknya masih itu-itu aja, dan yang kadang bikin saya sedih adalah banyak Aderafriends yang mau pesen produk doodle atau handmade saya tapi terpaksa di cancel , karena saya hanya nerima orderan kalau waktu pulang ke Blitar (makanya saya selalu sistem pre order, nunggu terkumpul dulu baru dikerjain kalo udah pulang ke Blitar) sedangkan orderan harus jadi sebelum saya pulang hiks. Seandainya saya punya sayap kan enak bisa bolak-balik Blitar-Surabaya, atau punya asisten atau teman hidup yang bisa diandalkan...... *eaaa curhat

Semoga dengan bertambahnya usia, Aderation Project bertambah baik pula. Berkolaborasi dengan orang lain lebih banyak lagi (semoga segera bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain), memberikan kebahagiaan dan manfaat lebih banyak lagi terhadap sekitar, belajar teknik marketing dan manajemen lebih banyak biar gak amburadul (terkendala juga disini nih), nambah store baru (aamiin aamiin aamiin!), bisa menambah produk lebih banyak biar gak bosen, DAN YANG PASTI saya gak LDR lagi menjalani bisnis ini hehehehe doakan yah!

Saya menyadari, perjuangan masih sangat panjang. Harus tetap berjuang dan memberikan yang terbaik untuk Aderafriends yang setia order sama kita! Yay, semangat! 

 Tiga orang dibalik Aderation Project ahahaha

Aderation Project waktu pertamakali buka stand bazaar di kampus C Unair, September 2014. Gak kerasa. Hehehehe

Have a nice day!

Love,
Andhira A. Mudzalifa

Jumat, 16 Desember 2016

Pulang

"Sebab seperti kau yang punya tempat untuk pulang di senjakalamu, begitu juga kelana yang ada dalam dirimu, yang senantiasa jauh dan sendiri. Rumahmu adalah tubuhmu yang lebih luas. Ia tumbuh di bawah matahari dan tidur di ketenangan malam, bukannya tanpa mimpi.” – Kahlil Gibran

Beberapa hari yang lalu, saya memutuskan untuk pulang ke rumah setelah sekian minggu terkurung di kota rantau untuk melaksanakan ujian semester. Sebenarnya disela-sela ujian itu bisa pulang waktu weekend, tapi saya memilih untuk tidak pulang hingga ujian selesai. Kebetulan hari Senin ada tanggal merah, jadi ada kesempatan 3 hari untuk di rumah.

Tiga minggu lamanya gak pulang. Lumayan kerasa sih bagi saya, soalnya hampir setiap minggu saya selalu menyempatkan diri untuk pulang ke rumah. Walau harus menempuh perjalanan hampir 6 jam, tapi rasanya ada kebahagiaan dan kelegaan tersendiri bisa menghabiskan akhir pekan di kota sendiri.

Tapi kepulangan ke rumah kali ini terasa sangat berbeda.

Sebelumnya, saya merasa bahwa pulang adalah saat-saat dimana kita kembali ke kampung halaman kita, kembali berkumpul dengan keluarga dan sahabat yang kita sayangi. Sudah, hanya itu saja.

Untuk kali ini, arti 'pulang' bagi saya memiliki makna yang lebih mendalam dan lebih berarti.

Saya tiba-tiba seperti mendapatkan energi positif yang baru setelah pulang dan bertemu dengan Bapak, Ibuk, kedua adik saya, tetangga, dan sahabat-sahabat saya. Entah mengapa, tiba-tiba muncul rasa semangat baru untuk menjalani hidup, haha. Mungkin efek kejenuhan dan stress yang amat sangat setelah menjalani ujian yang cukup lama.



Pulang ke kota asal kali ini, membuat saya merasa begitu dicintai dan dianggap 'ada'. Dinanti kepulangannya oleh keluarga *GR dikit gapapa la yau wqw*, ditunggu kehadirannya oleh sahabat-sahabat saya yang bertanya "Dhira kapan pulang Blitar? Ayo meet up!". Membuat saya semakin bersyukur, dikelilingi oleh orang-orang yang begitu baik. Seakan Allah mengerti bahwa saya membutuhkan kehadiran mereka untuk menjalani hidup.

Dan pulang juga membuat saya kembali merasakan kedamaian. Membersihkan hati dan pikiran-pikiran yang kacau, mengobati kesedihan yang dipendam sendiri. Merasakan kembali hawa dingin, bau sawah yang begitu menyejukkan, kota yang tenang tanpa macet, yang tak bisa saya temui di kota rantau tempat saya berkuliah. Sungguh, kebahagiaan sederhana yang tak bisa digantikan dengan apapun.



Mungkin bagi kebanyakan orang ini terasa berlebihan bahkan alay haha. Tapi ini murni berdasarkan apa yang saya rasakan saat pulang beberapa hari yang lalu.



Kembali saya menemukan alasan kenapa saya memilih untuk pulang hampir setiap minggunya selain untuk bertemu dengan keluarga (saya mah anaknya gak bisa kalo gak ketemu langsung sama keluarga, walau udah telepon selama apapun. Harus ketemu walau cuman sehari dua hari. Heheu. Rasanya ada kelegaan dan kepuasan tersendiri bisa ketemu keluarga dan bertatap muka langsung dengan mereka). Ya, untuk kembali mendapatkan energi positif, kenyamanan dan ketenangan diri yang tak saya temukan di kota rantau, walau udah lebih dari 2 tahun saya berada di kota rantau ini.

Teruntuk kalian yang sudah lama berada di kota rantau, jangan lupa untuk menyempatkan pulang. Temui kedua orangtuamu, kakak maupun adik-adikmu yang walaupun kadang bikin sebal, tetapi hanya mereka lah yang mau menerima apa adanya dirimu. Temukan kembali energi positif yang tak kau temui di kota rantaumu (rasanya beda loh di kota sendiri sama kota rantau!) dan nikmati kedamaian dan ketentraman kota sendiri yang lama gak pernah kamu temui. 


"Home is where the heart is" 

Have a nice day!


With love,

Andhira A. Mudzalifa

Jumat, 02 Desember 2016

#BebikinanDhira - DIY Scrapbook

Halooooooo, Selamat memasuki bulan Desember semuanyaa hihihi. Duh gak kerasa banget yah udah masuk penghujung tahun 2016. Semoga semua target yang ingin dicapai tahun ini sudah terealisasikan semuanya yaa hihihi aamiin aamiin aamiin!

Bulan kemarin, tepatnya tanggal 21 November adalah ulang tahun salah satu sahabat saya, Achmad Ainulla. Dia adalah sahabat cowok saya yang paling super, yang jadi tempat curhat saya, yang suka saya bully, yang sering ngajakin main-nongki kalo kita pas sama-sama pulang ke Blitar hihi. Iya, dia sekarang udah kerja di PJB (Pembangkitan Jawa-Bali) wilayah Pacitan. Semoga lancar terus kerjanyaaa! Hap hap semangat bosqu!

Dan kebetulan banget pas tanggal 21 itu saya gabisa pulang Blitar, padahal dia pas di Blitar HUHUHUHU kan sedih gabisa ditraktir langsung #eh. Enggak, saya juga luama banget gak ketemu sama ni bocah wkwk kangen lah. Ya sudah akhirnya saya cuman bisa ngucapin lewat BBM deh hiks

Saya sendiri juga mikirin mau bikinin kado apa buat sahabat saya yang satu ini. Fyi saya anaknya emang suka milih ngado orang-orang kesayangan dengan buatan sendiri alias handmade daripada beli hihihi. Ya walaupun emang kualitasnya gak sebagus yang di toko, dan bikinnya sesuka hati saya, tapi saya buatnya dengan cintah dan kasih sayang looh wqwq (bilang aja males beli kado, Dhir)

Akhirnya saya kepikiran buat ngado scrapbook, soalnya pengen ngasih kenang-kenangan berupa foto. Biar nanti pas waktu dia kangen sama temen-temen yang ada di Blitar, bisa langsung liatin scrapbooknya buat tombo kangen hihihi.

Rencananya abis saya selesai UAS sekitar bulan Desember, saya bebikinan scrapbooknya. Trus saya titipin sahabat saya Heni Ika Dewi Lestari (yang juga sahabatnya dia), kalo kalo kita gabisa ketemu langsung. TAPIIIIII ternyata dia mau ke Surabaya semingguan setelah dia ultah dan ternyataaaaa.... pas saya lagi UAS. Nahloh saya trus bingung dilema mau bikin trus ngasihin pas dia ke Surabaya atau pas saya selesai ujian.

DAAAANNNN, alhamdulillah banget hari dia kesini itu pas saya gak ada ujian. Dan alhamdulillahnya lagi, di mingu minggu itu ujian saya gak terlalu berat. Super duper kebetulan yang udah diatur sama Allah. Allah mah emang perencana yang terbaik. Kudu banyak-banyakin bersyukurnya hihihi.

H-1 dia mau ke Surabaya (dia kesini hari Rabu, tanggal 30 November), saya ngebut bikin scrapbooknya. Abis selesai ujian hari Selasa itu, saya mulai start ngerjain. Milih-milih foto trus nyetakin foto heuheu. Untung besokannya libur gak ada ujian. Kira kira abis Ashar saya mulai bebikinan scrapbooknya. Bongkar-bongkar kosan kira kira ada yang bisa dibuat bahan scrapbook apa enggak yah huahahaha iya emang saya menantang diri saya sendiri bebikinan scrapbook dengan bahan bahan yang tersedia di kosan (soalnya waktunya mepet chooy mau beli beli ini itu waktunya gak cukup) wqwq dan ternyataaaa, BERHASIL DONGS! yeyeyeye~~

saya keluarin hampir semua barang barang crafting saya yang ada di kos-kosan huahahahaha. Tapi akhirnya yang kepake cuman beberapa ajah dasar saya emang dudul

Bahan-bahan yang saya pake buat scrapbook kali ini antara lain ada kertas manila buat nempel nempelin fotonya, trus ada kardus buat covernya, kemudian ada pensil warna, double tape, pita kecil, kertas HVS, gunting, cutter dan plong-plongan.

Tuhkaan, simpel banget kan yah bahan-bahannya wqwq maklum dikejar waktu jadi desainnya juga simpel gak bisa yang aneh-aneh kayak yang biasanya saya buat hiks. Model scrapbooknya juga simpel kayak buku album foto biasa HUHUHU MAAFIN AKU NULAAAA :( tapi tenang aja, bikinnya juga tetep pake cinta dong yaah :p

Dan setelah 2 jam setelah ashar bebikinan sampe magrib trus dilanjut ngerjain keesokan paginya abis shubuhan (gegara abis magrib saya ada acara, jadi gabisa ngerjain. Pulang dari acara saya tetiba ketiduran jadi ngerjain pagi hari abis shubuh deeeh hihihiw) akhirnya jadi juga! Alhamdulilaaah :3 Dan beginilah penampakannya~

Ini covernya saya bikin dari kardus terus saya sampul pake kertas putih concrode gitu kalo gasalah namanya saya lupa -___- kertas concrode nya saya buntel buntel gitu loh biar ada pattern-nya wqwq unik kan ya :p Tulisan Achmad Ainulla itu saya bikin di kertas manila pake pensil warna :)


Sedikit 'Kata Pengantar' di halaman depan scrapbooknya huahuhaua maaf kalo alay :p

Background yang asal corat-coret wqwqwq. oh iya, kertasnya bagian pinggir itu saya gunting bergerigi biar unik :3

Hiasan yang ditempel di foto ini saya ngegambar sendiri loh! Gatau kenapa kalo udah pake pensil warna tangan saya suka gambar yang aneh aneh -_-



Saya pilihkan foto-foto yang banyak kenangan bersama temen-temen lainnya. Biar kalo kangen sama kita-kita bisa langsung lihat scrapbook ini hihihi buat tombo kangen ~




Oh iya, di setiap halaman dibalik foto-fotonya, saya tuliskan beberapa doa-doa dan harapan saya pada dia wkwk rahasia lah biar dia sendiri yang baca :p




Setelah selesai semuanya, saya plong pinggirnya trus saya satuin pake pita warna merah marun yang ukuran kecil hihi. Mau saya jilid spiral tapi kok gak ada gregetnya gitu yah, akhirnya saya jilid pake pita aja wuakaka

Rasanya ada kebahagiaan tersendiri kalo ngado dengan buatan tangan sendiri. Ya walaupun mungkin jelek dan kualitasnya jauuuuh banget sama yang ada di toko, tapi ada cinta di setiap proses pembuatannya loh :p dan lebih bahagia lagi kalo kado handmade saya jadi bahagianya orang yang saya kado huahahaha.

Sebelumnya maaf yaa kalo post ini semacam pamer pamer. Padahal gak bermaksud pamer looh huhuhuhuhu, cuman ngasih inspirasi kalo bingung mau ngado apa, terutama ngado seorang cowok hehehe. Rencananya saya pingin bikin tutorial sendiri diluar ngado gitu, tapi berhubung udah luama banget gak bikin tutorial dan juga kayaknya kedepannya udah gak sempet bebikinan lagi, akhirnya kemarin abis scrapbooknya jadi dan moto motoin scrapbooknya, tetiba kepikiran buat dijadiin bahan postingan. Hehehehe maafin yaaaa

Once again, barakallah fii umrik Inulaaaaa! Makasih udah jadi sahabat terbaik, terkonyol, tergila dan ter-ter-ter lainnya. See you again!

Love,
Andhira A. Mudzalifa

Sabtu, 26 November 2016

A Flashback to Senior High School: Super Family, Enrichment

Gegara kangen SMA trus posting tentang SMA disini, rasanya gak afdol kalo gak posting banyak. Hahaha. Di postingan kali ini, saya akan bercerita lumayan banyak tentang sahabat sahabat satu kelas saya selama 2 tahun, Enrichment.

Awal-awal masuk SMA dan terdampar di kelas Enris, saya berpikir, "Kira-kira bisa nggak ya bertahan disini? Bisa nggak ya berbaur sama temen-temen? Bisa nggak ya ngikutin semua pelajarannya? Blablabla"

Tapi ternyata semua diluar dugaan.

Jumat, 18 November 2016

A Flashback to Senior High School: Kangen!

Kata orang, Masa SMA adalah masa-masa yang paling indah. Dulu awalnya saya nggak percaya begitu saja.

Hingga saya merasakan sendiri setelah lulus SMA.

Hampir tiga tahun sudah, saya lulus dari SMA. Dan sering banget saya ngerasa kangen sama SMA, padahal lulus udah lumayan lama dari 2014 yang lalu 

*masih baru keleuzzzz*

Emang bener sih, masa SMA bener bener gak terlupakan. Banyak kenangan kenangan indah masa SMA yang begitu melekat di benak saya huhu. Masa masa dari mulai saya alay hingga bertransformasi menjadi lebih alay (?) eh enggak ding. Masa dimana mulai mencari jati diri, pertemanan yang sangat kental, dan pengalaman coba banyak hal baru.

Menyesal sih kenapa dulu waktu SMA gak pernah aktif blog :( gak pernah posting cerita disini huhu. jadi gak bisa nostalgia kan, jadi lupa semua hiks. Padahal banyak banget cerita waktu SMA.

Oke, berhubung saya lagi edisi kangen berat sama SMA, mau cerita dikit tentang masa masa SMA saya yaa. Wqwq maaf kalau gak penting, ini cerita buat pribadi sih biar suatu hari kalau mau nostalgia bisa baca postingan ini haha. Maklum, anaknya gampang pelupa -_- waks

Yak mulai dari kelas X aja yaa

Kelas X ada apa aja sih? *mulai inget inget*

1. Mulai masuk SMA. Btw, saya dulu sekolah di SMA Negeri 1 Blitar, atau terkenal dengan sebutan SMASA. Ketemu sama temen temen baru, di kelas enrichment. Hihi. Sebagian udah pada kenal sih soalnya temen dari SMP

2. MOS super pecah! Inget dulu kelas saya temanya warnaungu wqwq. Menang pensi antar kelas waktu MOS nampilin band xD btw kelas saya emang kumpulan musisi semua haha

3. Saya jadi bendahara kelas wkwk. Ini sumpah konyol banget, saya gak ada pengalaman jadi bendahara tetiba ditunjuk jadi bendahara .-----.

4. Ikut beberapa ekskul, Takmir dan PMR. Seruuu hihi. Apalagi diklat diklatnya yang sungguh sesuatu

5. Gabung jadi Tim Nasyid dengan nama "BiVo". Saya bagian pengisi suara sih hihi. Pertamakali ikut lomba di Cito, tapi belum rezeki. Alhamdulillah, lomba kedua di PIPP Blitar menang harapan 1 :3 hihi

6. Ikut kepanitiaan Takmir, jadi tim dekorasi! Yeayy saya paling suka dengan dekor mendekor hahaha. Pertamakali waktu ngadain acara Maulid Nabi di Aula SMASA. Bikin gajah sama Ka'bah yang super gedee

7. Baksos di daerah yang belum ada listriknya, di daerah Nglegok dengan jalannya yang super luar biasah. Bebersih mushola di daerah situ sambil memberi sembako dan baju layak pakai :)

8. Drama antar kelas yang dimana kelas saya super heboh dan akhirnya dapet juara 3 dan juara favorit!

Lanjut ke kelas XI. Nah ini, buanyaaaak banget ceritanya. Hahahaha. Ini tahun dimana saya bener bener padet, acara ini itu sok syibuks bikikn capek tapi seneng bangeeeet! Jujur, kelas XI adalah tahun terindah saya waktu SMA :)


Let's see!


1. Naik ke kelas XI, jadi senior di ekskul HAHAHA

2. Guru guru yang luar biasah! Banyak pengalaman gak terlupakan sama guru gurunya :3

3. Dies Natalis dengan tema kelas Super Mario! Seriusan, kelas di dekor ala ala Mario gitu dan saya jadi penanggungjawab dekorasi kelas wqwqwq. Pakai kostum Mario Bross (dan bajunya masih ada sampai sekarang wakakak).

4. Jadi sekretaris di acara diklat Takmir dan Diklat PMR. Yak saya tetiba dapet amanah buat jadi sekretaris di dua ekskul yang saya ikuti. Bayangin gimana lelahnya bolak balik print proposal, bikin surat bla bla bla dan acaranya hanya selisih 1 minggu. Dan itu 2 diklat loh hahahah. Tapi saya seneng bangeeeet soalnya acaranya sukses :3

5. Ikut lomba Nasyid (lagi) di Surabaya yang diadain sama Khalifah Nasyid. Nginep di basecamp nya mereka hihihi. Dan akhirnya saya bisa keemu sama personilnya huraaay! Lagu lagu dari mereka sungguh bikin adem di hati loh! Apalagi yang Selaksa Cinta. Hihi. Btw, waktu mau pulang ke Blitar, saya sama temen temen saya dulu ketinggalan kereta -_- bayangin gimana hebohnya hahahaha. Akhirnya kita semua balik Blitar naik bis patas (dan untung uang masih ada walau nipis wqwq)

6. Jadi panitia Maulid Nabi, bagian dekorasi (lagi) dan jadi pengisi acara di Maulid Nabi dengan nampilin Tari Saman. Dan saya dulu kakak kelas sendiri looooh, semua anggotanya adik kelas wqwqwq. Sungguh mondar mandir dekor ruangan+latihan buat Tari Saman.. tapi saya enjoy aja sih hihi

7. Ngadain baksos Takmir dan baksos PMR. Baksos takmir daerah Panggungrejo, kalau PMR di Panti Asuhan daerah Kanigoroo hihihi. Seruuuuu!

8. Jadi sekretaris acara Lomba Lukis SD-SMP Se-Kota Blitar. Ini panitia paling WOW yang saya ikuti di SMA. Mondar mandir ke sekolah SD sama SMP buat publikasi, print proposal, print piagam malem malem di Siswa (pelajar Blitar pasti tau wqwq) sampe tokonya hampir tutup. Panitia hanya sekitar 20an orang, dan pesertanya lumayan banyak. Bayangin gimana supernya kita semua hahahaha. Tapi semuanya terbayar dengan sangat manis ^^ acara sukses! Padahal sehari sebelum hari H acara, saya lagi ada lomba nasyid di PIPP dan itu sampe malem trus pagi pagi jam 6 harus ke sekolah lagi buat ngurusin lomba ini waaaa badan beneran remuk. tapi seneeeng!

9.  Main sama temen temen sekelas ke rumah Aprindhita. Rumahnya ada di daerah Doko, daerah pegunungan gitu. Kita muter muter ke perkebunan teh yang pemandangannya Mashaa Allah sekali :3 hihi

10. Silaturrahmi sama temen temen sekelas (lagi) ke rumahnya Ahmad Zaky. Ini saya lupa waktu kelas X apa kelas XI ya ahahah dienggg. Pokoknya kita disana bebakaran ayam, makan makan abis terima rapot gitu sekalian syukuran ultahnya Zaky haha.

11. Tetiba saya disuruh mewakili Kota Blitar ikutan FLS2N (semacam OSN, tapi dalam bidang seni) di Surabaya. Saya di bagian lomba poster hahaha. Alhamdulillah dapet pengalaman yang seru! Dapet temen jugaa hihihi

12. Bikin lampion bentuk merak bareng sama temen satu kelas yang luar biasah! Ngerjain bikin pita pita lidi yang kayak ondel ondel, bikin bintik bintik merak, cari debog pisang, bikin rangkaian lampu buat lampionnya, dll yang mana ngerjainnya di rumah saya. Jadi bayangin aja betapa ramenya rumah saya saat itu hahaha. Kenang-kenangan sebelum berpisah, katanya. huhuhu. Soalnya kita kelas XII kelasnya diacak :( huhu

13. Jadi Suporter Tim Basket SMASA Blitar di Malang waktu acara DBL! Sumpah yaaa ini heboh syekaleee. Alhamdulillah Tim Blitar menang huraay!

14. Bakar mente di Hutan SMASA bareng bareng sama ciwi ciwi sekelas sampe baju seragam saya bolonggg kebakar -__- wakakaka

15. Lomba musik Islami antar kelas yang dimana kelas saya dapet juara 1 hihihihi. Gak sia-sia tangan saya sama temen temen ngapal dan bengkak semua gegara newbie buat tabuh menabuh xD

Sebenernya masih buanyaaak banget tapi yang keinget masih itu hihihi. lanjut aja ke kelas XII yaa

Kelas XII hmm....

1. Dies Natalis SMA terakhir sebagai siswa huhu. Kelas saya ngambil tema Kingdom. Ya, Kerajaan. Pake kostum kerajaan gitu hahaha. Eitss, tapi kita kostumnya terbuat dari kardus loh! Lemburan sama temen satu kelas bikin pernak pernik dari kardus hahaha sangar kannn. Tapi sayangnya gak menang :( Alhamdulillah dapet menang di lomba Pensi antar kelas sama lomba video antar kelas ahahahaha

2. Ngerayain tahun baru di rumahnya Lidya! serius, saya juarang banget ngerayain tahun baru diluar rumah ahaha. Ini aja kalo gasalah kali kedua ngerayain gak dirumah bareng sobat sobat kesayangan :3

3. Mulai bika bisnis kado handmade bareng sahabat, Heni Ika Dewi Lestari. Serius, di tahun akhir SMA bukanya fokus belajar buat UN sama buat PTN malah buka bisnis ahahaha tapi alhamdulillah sampe sekarang tetep jalan :D

4. Ngerasain banget gimana capeknya belajar-tugas-ujian yang mana guru-guru ngasih tugas dan ujian secara beruntun ahahahaha

5. Prom Night dimana saya harus berpisah sama temen temen SMASA 14. Nerbangin lampion bareng, di tengah lapangan upacara tengah malem, nulis harapan bareng bareng yang akan dibuka beberapa tahun lagi. Nangis kalau inget mau pisah huhu.

6. Class Meeting yang dimana kelas saya dapet juara 3 buat Futsal Cewek xD gimana gak menang lhawong tim kelas saya ceweknya pada preman semua muahahahah

Kelas XII udah gak terlalu aktif sana sini soalnya fokus belajar mulu hihihi *boong deng*

Ah, jadi kangen SMA kan...

Saya ngetik postingan ini sambil senyum senyum sendiri. Inget betapa ngangeninnya masa SMA. Inget temen temen yang luar biasa cetar membahana, guru guru yang super duper luar biasa dan ngangenin dengan ciri khas masing masing, kantin yang jajanannya mura meriah dan super enak, berisiknya kelas, lapangan upacara, mushola Baitul Muttaqiin yang merupakan rumah kedua saya (saya sering banget ngabisin waktu disini), Aula SMASA, Perputakaan, Hutan SMASA dimana tempat yang pas dan asyik buat ngegalau ria, jogging track buat jalan jalan kalo lagi bosen di kelas, Bundaran HI tempat buat refreshing nontonin ikan, sekre PMR dan UKS. Daaaaan masih banyak lagi. Hihihi

Dan waktu Lebaran kemarin, alhamdulillah kita bisa reuni angkatan. Pecaaaaah! Pokoknya kita semua harus sukses ya gais, sukses dengan jalan hidup kita masing masing. Aamiin. See you on top, SMASA14!

Sebelum saya tutup post ini, bonus beberapa foto masa SMA yang saya temukan di FB saya haehehehe (soalnya saya nyimpen foto fotonya di laptop saya yang rusak huhu jadi comot aja di FB ehehe)


Awal awal masuk SMA ahaha terlihat sungguh cupu syekali


Sahabat 2 tahun sekelas. Enrichment!


Tim Nasyid kesayangan. Ciwi ciwi kesayangan. BiVO!


Jadulan pertama SMA. wqwq


Ini saya dikerjain waktu ultah ke 17 tahun. ahahahaha. Dikerjain bareng bareng sama Nitra karena ultahnya hampir barengan wqwq. Gila. Sukses berat kalian ngerjain!


PMR kesayangan! Ini waktu jadi panitia Seminar kesehatan hehehehe


Takmir yang tak terlupakan. Looooove banget sama kalian



Lampion kenangan kelas XI yang bikinnya penuh dengan pengorbanan hahaha. Miss you guys!


Tahun Baru 2014-ku terasa lebih asyik saat ada kalian. Love you guys! Makasih buat kehebohan kalian hihihi


Teman seperjuangan menghadapi tahun akhir SMA. See you on top!


Reuni Angkatan SMASA 14 di acara KUPATAN 2016. Ah, kalian mah selalu bikin kangen. Makasih ya, sudah mewarnai masa-masa SMA-ku. SEE YOU ON TOP!


Selamat Hari Jumat! Selamat menikmati akhir pekan! Yuk, yang kangen sama SMA, silahkan ber meet up sama kawan kawan SMA yaaa hihihi



Love,
Andhira A. Mudzalifa

Selasa, 25 Oktober 2016

Usia Kepala Dua?

Sebenarnya ini saya lagi banyak hal yang harus diselesaikan (elah sok sibuk lu), tapi tetiba kepikiran blog trus nginget-nginget kayaknya udah lama nggak corat-coret disini. dan ternyata...... emang bener, haha haha haha *ketawa yang sungguh miris*

Hmm, enaknya coret-coret apa ya? Saya sendiri juga bingung tapi ngebet banget buat posting sesuatu biar gak kosong seperti hati ini pfffft (tuhkan curhat tipis kan heu)

Dan kemudian kepikiran nulis tentang usia kepala dua.

Udah punya rencana sekitar satu tahun yang lalu sih sebenarnya, ketika memasuki usia 20 tahun. Tapi kayaknya kok belum banyak pengalaman gitu ya (kayak sekarang udah banyak aja waks). Dan pada akhirnya direalisasikan ketika udah umur 21 ini biar agak matengan dikitlah walau masih bau kencur heuu. Yak semoga postingan kali ini gak ngelantur dan ngebosenin, karena saya sebenarnya rindu posting wkwk.  Jadi maafkan kalo nulisnya asal aja hihi. Kuy lanjut!



Kepala Dua *bukan muka dua, plis*.

Apa sih yang ada di pikiran kalian saat memasuki usia berkepala dua

Kata orang-orang sih, usia kepala dua ini merupakan titik dimana mulai bertemu dan menghadapi kehidupan yang sesungguhnya. Di usia inilah segala target, mimpi dan apapun yang sedang diperjuangkan mulai minta untuk dibuktikan. Banyak keputusan-keputusan yang harus dipikirkan matang-matang ketika memasuki usia ini, karena keputusan apa yang akan diambil akan berdampak untuk kedepannya. Entah itu berdampak positif maupun negatif, semoga tetap positif dan syukur-syukur jika dapat memberikan manfaat bagi orang lain. 

Saya sendiri ketika memasuki usia 20 tahun, tahun 2015 kemarin, merasa nervous tetapi juga excited. Karena 'usia dua puluh tahun gituuh, hello! Finally, welcome to the 20's club!' (Biasalah, saya anaknya emang alay mohon dimaafkan)

Tetapi, pada saat itu juga saya merenung. Sudah mulai berpikir, udah mencapai target apa aja ya di 20 tahun hidup ini? Udah punya mimpi besar yang harus diperjuangkan belum ya? Aku mau ngapain ya di usia ini? Masa' mau hidup yang gini gini aja? Udah bermanfaat belum ya? Udah bisa bikin ortu seneng belum ya? Bisnis apa ya enaknya?

Seriusan tahun kemarin itu bener bener tahun yang membuat galau. Hahaha. Banyak yang dipikirin sampek kadang ngelamun sendiri di kamar. Sering bertanya pada diri sendiri, apa sih yang kamu pengenin buat dirimu sendiri, Dhir?



20 tahun bagi saya merupakan masa titik balik kehidupan saya. Saya yang mulanya bingung mau ngapain, sedikit demi sedikit mulai dapet pencerahan heu. Mulai menata hidup *brb mau mindah rancangan peta hidup dari yang ada otak ke kertas manila hiks masih coret coret di kertas dikit sih abisnya magerrrr! padahal anaknya gampang lupa. Ini bersyukur tumben tumbenan masih inget pffft*. Terus saya juga mulai dapet tujuan untuk apa saya hidup. ciyeeeh *lho iya loh saya kemaren galau juga gegara ini*, mulai tahu apa yang harus dilakuin (yang sesuai passion dan minat). Oh iya, di umur 20 tahun juga saya menemukan passion saya! Setelah melakukan pencarian, perenungan dan bertanya tanya pada diri sendiri huehehe dan alhamdulillah :)  Allah memang Maha Baik!

Di usia 20 tahun juga saya mulai serius untuk memperjuangkan Aderation Project. Dulu sih sebelum masuk usia 20 tahun, bisnis itu cuman buat selingan aja. Tapi lama kelamaan setelah menemukan passion saya yang ternyata ada dalam dunia creativepreneur, yang mana saya menjual hasil handmade saya (crafting dan doodle) dan itu membuat saya bahagia dan merasa 'hidup', akhirnya mulailah saya untuk memberanikan diri memperjuangkan Aderation Project. Disamping itu juga udah mulai sungkan sih minta duit mulu sama ortu wkwk. Yah setidaknya sekarang kalo mau beli kebutuhan pribadi maupun mau beli yang dipingin gak kudu nunggu jatah dari ortu dulu hehehehehehehehehehehe. Alhamdulillah perlahan lahan sudah mulai berjalan sesuai target. Bismillah semoga diberi kelancaran terus, walau pasti ada naik turunnya hihi. Mohon doanya ya!

Tujuan hidup? Alhamdulillah, di 20 tahun saya mulai menemukannya dan berusaha berkomitmen dengan itu. Hehehe. Jadi kalau lagi melenceng dan agak 'oleng', langsung nginget tujuan diri sendiri untuk hidup ini. HAHAHA #PencitraanBangetYhaPlisTolongDhir. Ya mungkin orang-orang berkata masih terlalu muda sih buat ini. Tapi kalau emang udah nemuin terus kenapa? Why not? Cuman berdoa aja semogaaaaa bisa komit buat mencapai tujuan itu huhu mohon doanya aja :')

Um, apalagi ya?

Oh iya, masalah...... hehehehehe. C I N T A.

*ngetiknya geli geli gimana gitu*

Yeah, di usia 20 tahun kemarin masih menye-menye kalo masalah 'gituan'. Masih gampang baper, hati dan logika masih nggak sejalan (masih banyak pake hatinya daripada logikanya), masih gampang terluka gara gara 'gituan' *salah siapa coba?*, masih agak susah ngontrol wqwq emang yah sungguh menyedihkan.

Tapi entah gimana caranya (apa mungkin terlalu sering baca tumblr tentang 'menjaga hati' dan juga bukunya Mas Kurniawan Gunadi yang sangat berperan!), di usia 21 tahun ini jadi bisa ngontrol diri. Gak menye-menye lagi perkara 'gituan'. Udah mengikhlaskan, mulai mempercayakan seluruhnya hanya padaNya. Meletakkan pengharapan hanya kepadaNya. Dan percaya nggak percaya, saya sekarang lagi ada di titik dimana hati bener-bener plong! 

Ternyata emang bener yah, kalo mengikhlaskan itu bikin hati lega. Haha. Kenapa nggak dari dulu aja yak? *sigh* 

Kuncinya emang mengikhlaskan sih. Banyakin shalawat dan istighfar kalo tiba tiba inget wqwq *masih berusaha nerapin wqwq semoga nggak wacana*. Yakin aja kalo bakal ditemukan sama 'the right one' di saat yang tepat menurutNya hueheu. Inget-inget Surah An-Nuur ayat 26 kalo yang baik bakal ditemukan yang baik hehehe.

Mungkin banyak orang yang berkata saya terlalu dini untuk melakukan hal ini di usia yang terbilang sangat muda. Kepala 2, Man! Masih awal lagi. Sekarang aja baru menginjak usia 21 tahun. HAHAHA.

Tapi menurut saya pribadi, selama itu hal yang baik dan bermanfaat, why not? ehehe.

Sepertinya terlalu banyak ya yang saya share dan curhat tipis-tipis di postingan ini hehehe mohon maaf anaknya emang gini kalo udah ngetik postingan, suka ngalir ngalor ngidul. Maafkan daku kalo ada yang nggak nyambung hihi semoga bisa diambil hikmahnya aja yaaaa :) 


Happy Tummy Yummy Tuesday!

Kamis, 06 Oktober 2016

Sebuah Cerpen: Tentang Mengikhlaskan

"Serius? Kamu nggak lagi bercanda, kan?"

Hira menggeleng, "Aku serius, Zah. Untuk kali ini, aku benar-benar serius."

Aku masih tak percaya. Kupastikan sekali lagi padanya,
"Kamu.... serius? Benar-benar mengikhlaskan dia?"

Dan Hira pun mengangguk mantap. "Kamu kaget ya? Hehe." Dia tersenyum ke arahku.

"Jelaslah. Aku tahu betapa kamu begitu mencintai dia, betapa kamu mengagumi dia. Menjadikan dia sebagai matahari untuk hatimu. Kita sahabatan udah lebih dari 5 tahun, keleus. Dan selama 5 tahun ini aku menjadi saksi atas kisah cintamu. Gimana gak kaget coba?" Aku nyerocos panjang kali lebar dan kemudian aku lanjut bertanya padanya,

"Jadi, apa yang membuat kamu mengikhlaskan dia? Jangan bilang kalau kamu udah punya gebetan lain?"

"Pengennya sih aku jawab gitu." Hira iseng menggodaku.

Aku mendengus, "Ih, seriusaaaan."

Tawa Hira langsung menyembur ketika melihat wajahku yang sok sokan ngambek.

"Iya iya, aku jawab nih. Jangan ngambek gitu dong, nanti gak dapet jodoh loh hahahaha." Hira dengan iseng mencubit pipiku.

"Jadi begini......."

Aku mendengarkan dengan penuh saksama. Akhir-akhir ini Hira memang sudah jarang curhat tentang Matahari -sebutan untuk sosok yang mengisi hati Hira selama 5 tahun terakhir ini-, jadi ketika hari ini Hira ngobrolin Matahari, aku langsung antusias. Kayaknya bakalan panjang.

"Kamu tahu kan kalau beberapa bulan belakangan ini aku udah jarang cuthat tentang dia?"

Aku mengangguk.

"Itu adalah masa-masa aku mulai berpikir dan merenung. Berpikir dan terus berpikir tentang rasa ini. Tentang dia. Merenungkan segala hal. Mencari segala hal tentang mengikhlaskan, tentang melapangkan hati.
Sungguh, rasanya memang berat. Menetralkan hati, membersihkan hati dari seseorang yang telah bersemayam dalam hati kita bertahun-tahun lamanya. Itu bukan hal mudah.
Mungkin kamu pernah tahu salah satu quote yang terkenal dari Tere Liye yang berbunyi,

"Hakikat cinta adalah melepaskan. Semakin sejati ia, semakin tulus kau melepaskannya. Percayalah, jika memang itu cinta sejati kau, tidak peduli aral melintang, ia akan kembali sendiri padamu.".

Dulu aku mengabaikan quote itu. Hanya mengingatnya, tapi tidak memahami dan meresapi. Aku terus mengharapkan Matahari sebagai teman hidupku, teman berjuangku dalam mencari ridhaNya. Tak pernah absen untuk menyelipkan namanya di setiap perbincanganku padaNya. Selalu berusaha belajar ini itu, menguasai ini dan itu, agar merasa pantas jika kelak nanti aku bersanding dengannya.

Tapi, setelah perenungan yang kulakukan dan memahami betul quote Tere Liye itu, aku tersadar bahkan merasa betul-betul tertampar. Aku menangis sejadi-jadinya. Betapa banyak hal yang aku lewatkan. Betapa aku harus lebih banyak bersyukur, lebih melapangkan hati untuk apapun. Dengan mengucap bismillah dan kemantapan hati, aku mengikhlaskannya."

Tak pernah kulihat ia semantap itu mengucapkannya. Matanya memancarkan kesungguhan. Aku terkesima.

"Lalu, sekarang bagaimana perasaanmu padanya? Sudah benar-benar ikhlasin dia kah? Sudah siap jika dia memang bukan takdirmu kah?" Aku bertanya.

Hira diam sebentar kemudian melanjutkan, "Inshaa Allah. Entah kenapa Zah, hatiku kini lebih lebih lega dari biasanya. Tanpa berharap pada siapapun selain Allah. Mengikhlaskan ternyata selega ini ya? Hehe." Dia tertawa sebentar.

"Kini aku berusaha menjalani hidup dengan lapang, Zah. Tanpa terus dihantui oleh teka-teki rasa yang kubuat sendiri. Tentang perasaannya padaku, tentang hal yang ada sangkut pautnya dengan dirinya. Takkan lagi hatiku terombang-ambing dengan segala hal tentangnya.

Kujalani segala takdir hidup dariNya ini dengan penuh rasa syukur, sabar, ikhlas dan pastinya dengan tawakkal. Doakan aku ya Zah. Doakan aku. Doakan aku agar tetap istiqomah hingga meraih JannahNya." Hira tersenyum lembut, matanya sedikit berkaca-kaca.

Aku menitikkan air mata. Ah, sahabatku... Kau begitu kuat. Kugenggam tangannya. Berusaha menguatkannya. "Ra, bolehkah aku bertanya satu hal? Apakah kamu merasa dendam dengan Matahari setelah kamu mengikhlaskannya?"

Hira mengusap air matanya yang jatuh beberapa tetes. Kemudian ia menjawab, "Sama sekali tidak. Justru aku ingin berterimakasih padanya karena dia mengajariku banyak hal. Tentang mencintai dalam diam. Tentang rindu dalam doa. Tentang penantian. Tentang penjagaan diri. Tentang iman, takwa, tawakkal, dan segala takdir dan juga ketetapanNya. Ah, sungguh aku ingin mengucapkan rasa terimakasih kepadanya secara langsung, tapi aku cukup tahu diri. Biar Allah yang menyampaikannya melalui perantaranya, Zah."

Ya Allah, sungguh ku berterimakasih padaMu telah kau anugerahkan Hira sebagai sahabatku. Aku merasa tertampar sore ini. Ah... Hira. Kau membuatku terharu. Semoga Allah selalu memberikan hal-hal terbaik untukmu.

"Ikut aku ke rumah yuk Zah? Bantu aku bungkusin kado-kado buat adik -adik kecil besok." Ucap Hira membuyarkan lamunanku.

"Hayuk! Pokoknya abis bungkusin kado, aku di traktir bakso Mang Mamat ya?"

"Yeeeeee, minta traktir mulu deh ni anak. Yaudah oke deh, demi sahabat baikku yang rela membantuku dan udah mau dengerin curhatanku selama ini. Hahaha." Hira tertawa riang.

Kami berdua berjalan beriringan menuju rumah Hira, ditemani dengan senja yang sedang cantik-cantiknya. Sungguh membuat hati terasa damai.

--------

Teruntuk yang sedang berjuang mengikhlaskan, selamat berjuang. Tetap percaya bahwa segala takdir dan rencana dariNya adalah yang terbaik. Tetap percaya, bahwa Allah selalu menyiapkan kejutan terindah yang tak pernah terbayangkan. Tetap berpasrah, tetap bertawakkal padaNya.

Hamasah!

Written with love,
Andhira A. Mudzalifa

Selasa, 16 Agustus 2016

Bekal untuk Perempuan

Selamat hari Selasa semuanya! Hueee ini tumben tumbennya saya agak rajin posting. Ini postingan aja selang waktu 2 hari dengan postingan sebelumnya wkwkwkwk. Oke beri sedikit saya waktu buat applause kepada diri sendiri hihi.

*Prok prok prok*

Ehem. Lanjut.

Jadi ceritanya semalem tiba tiba kepikiran random. Gak tau kenapa kok kepikiran tentang perempuan, tentang diri saya sendiri. Huhehehe. Enggak ding.

Saya tetiba mikir, di umur 21 tahun ini saya udah punya bekal apa aja. Terutama bekal tentang menjadi perempuan. Huahua random sekali bukan .---. *sigh*

Akhirnya, isenglah saya bikin list atau bikin sebuah bekal untuk perempuan. Apa saja yang harus dimiliki, dan juga skill yang harus dikuasai (nggak harus pro sih, setidaknya bisa dikit dikit lah mihihi).

Oh iya, ini berdasarkan analisa saya, pengamatan, pengalaman, dan stalking stalking ke beberapa sumber lho yaaa. Kalo mau nambahi, silahkan hihi. Saya sendiri juga masih banyak belajar kok. Ini sekaligus jadi catatan pribadi saya sendiri huehehehe :D

Hmm, kira kira apa aja sih? Yuk yuk kita bahas satu persatu yaa!



1. Ilmu agama, prinsip, dan karakter.

Seorang perempuan, menurut saya harus memiliki tiga pilar ini. Karena apa? karena perempuan adalah madrasah pertama bagi anak anaknya kelak *eaaa*. Ilmu agama, sebagai dasar ataupun pedoman hidup. Azeek bahasanyaa~

Kalau dalam Islam sendiri, setidaknya perempuan harus bisa membaca Al Quran. Belajar tentang tajwid, tentang fiqih (hukum tentang puasa, tentang haid, tentang hak dan kewajiban seorang perempuan). Ini menurut saya wajib tahu sih bagi perempuan huehehe. Beli aja di toko buku tentang ilmu ini. Banyak kok buku bukunya. Dan bahasanya mudah dipahami :D

Selain ilmu agama, bagi saya wajib bagi seorang perempuan memiliki prinsip dan karakter. Biar apa? Biar nggak terombang ambing, biar nggak gampang dipengaruhi oleh orang lain. Biar tegas pada diri sendiri dan memberi batasan pada diri. Hihi.

2. Mengerjakan Pekerjaan Rumah

Seorang perempuan harus dibekali dengan kemampuan untuk mengerjakan pekerjaan rumah seperti setrika, mencuci baju, mencuci piring, menyapu, beberes rumah dan juga memasak.

Ya walaupun ada pembantu di rumah, tapi kan nggak selamanya harus bergantung pada pembantu kan? Apalagi buat anak kos, yang dituntut harus melakukan semuanya sendiri. Hayoloh ~~~

Untuk memasak sendiri, setidaknya bisa masak nasi deh. Atau menggoreng tahu, telur, tempe. Terus belajar numis dikit dikit. Dan yang paling penting jangan lupa belajar buat ngehafalin bumbu dapur huehehe.


3. Make Up

Make up, make up, dan make up.

Mungkin sebagian perempuan berpikir,

"ih kenapa sih harus pake make up segala?"

Atau,

"Gue nggak suka dandan! Maunya yang simpel simpel ajah!"

Well, semua perempuan pada dasarnya butuh make up sih. Even itu cuman bedak sama lip balm doang.

Perempuan sendiri bagi saya harus bisa merawat diri. Bermake up sesuai kebutuhan. Gak usah terlalu menor. Minimal pake pelembab, bedak, pensil alis dan juga lipstick. Bagi yang nggak pede pake lipstick, bisa pilih warna yang natural atau biasa disebut nude.

Buat apa sih perempuan pake make up? 

Menurut saya sih, make up bisa bikin nambah percaya diri, sebagai bentuk apresiasi saya terhadap tubuh saya sendiri (eciyeeeee). Selain itu biar nggak keliatan pucet dan kucel wuehehehe. Tapi serius sih, saya kalo nggak pake gincu keliatan pucet kayak orang penyakitan -_- jadi ya begitulah mhihihi.


4. Hobby and Passion

Sebagai manusia, sungguh sangat wajar jika memiliki hobi. Bahkan tidur sekalipun. Muehehehe. Rasanya aneh, kalo nggak punya hobi samsek. Ye nggak?

Sebenernya, apa sih gunanya hobi?
Saya sendiri memandang hobi sebagai wadah untuk refreshing. Buat menyegarkan pikiran biar nggak suntuk mulu. Rasanya kalo udah ngelakuin hobi itu, bikin nambah semangat :D seperti contoh saya sendiri hobinya adalah crafting. Pokoknya, kalo udah suntuk langsung deh bikin prakarya. Suntuknya langsung hilang muehehehe.

Sedangkan passion adalah bakat yang dimiliki oleh setiap individu. Pencarian passion ini pun (kebanyakan orang) membutuhkan waktu yang cukup lama. Bisa berbulan bulan, bahkan bertahun lamanya.

Seperti perasaanku padanya yang terpendam bertahun tahun lamanya... *lah, curhat*

Cara menemukan passion adalah dengan lebih banyak bertanya pada diri sendiri, dengan pertanyaan:
• Keahlian apa yang kamu banggakan/pelajari lebih dalam?
• Kegiatan apa yang bisa membuatmu senang hingga lupa waktu?
• Hal apa yang bersedia kamu lakukan, meskipun kamu tidak mwndapatkan bayaran sama sekali?
• Saat stress, apa yang ada di pikiranmu pertama kali?
• Orang seperti apakah yang ingin kamu teladani?

Passion bagi saya sendiri merupakan salah satu hal yang berharga dalam hidup *eciyeeee alay* muehehehe. Karena passion lah yang membuat saya lebih 'hidup', lebih semangat dalam menjalani hidup ini. Aseek~
Karena itulah saya memasukkan hobi dan passion dalam bekal untuk perempuan ini. Syukur syukur jika pekerjaan yang dijalani
sesuai dengan passion yang dimiliki. Lebih semangat kaan? Hihi.


5. Ke-'cowok'-an

Kenapa ini dinamain ke-'cowok'-an? Saya sendiri juga bingung namanya apa huahaha xD jadi yang dimaksud ke-'cowok'-an disini adalah hal hal yang biasa dilakuin oleh para lelaki seperti nyetir, montir, angkat ini itu, beladiri, dsb.

Jadi, bekal selanjutnya yang (setidaknya) dimiliki oleh perempuan adalah ke-'cowok'-an ini! Minimal harus bisa ngecat, nyetir motor atau mobil, angkat galon (anak kos harus sanggup muahahah), beladiri, dan lain sebagainya. Ya nggak jago jago amat gak papa, tapi setidaknya bisa dikit. Biar nggak ngandelin laki laki mulu hihi. Buat beladiri ini gunanya buat jaga jaga kalo terjadi 'sesuatu' pada diri sendiri. Penting loh! Hehehe.


6. Management and Accounting
Selanjutnya, yang menjadi bekal seorang perempuan menurut saya adalah ilmu manajemen dan akuntansi. Belajar buat memanajemen waktu sama uang. Hehehe.

Gimana ya caranya?

Cara mudah buat manajemen waktu itu dengan cara menuliskan jadwal kegiatan harian, mingguan, bulanan, bahkan tahunan, di buku agenda.

Gunanya buat apa?

Biar waktu nggak terbuang sia-sia. Biar jadi perempuan yang produktif. Eaaaa hihihi. Jangan lupa susun skala prioritas juga, kira kira memang mendesak atau tidak. Bisa ditunda atau tidak huehehe.

Ini berlaku juga dengan memanajemen uang. Catat semua pengeluaran dan pemasukan di buku, dan juga segala kebutuhan. Pilah pilah kembali, mana yang merupakan kebutuhan dan mana yang merupakan sekdar keinginan belaka. Niscaya itu akan membuat hemat ~~/o/


7. Ilmu Gizi dan Ilmu Kesehatan

Hmmmm... beberapa ada yang mikir,

'buset masa semua perempuan harus tau caranya suntik? caranya operasi?'

ENGGAK GITU JUGAA -___- itu kan kalo yang ahli -__-

Maksudnya gini, setiap perempuan setidaknya harus tahu tentang obat obatan. Ya obat obatan buat penyakit yang cukup ringan dan masih bisa disembuhkan sendiri seperti panas, meriang, sakit batuk, flu, sakit perut, luka gores atau luka di hati *eh*.

Selain harus tau beberapa macam obat, perempuan setidaknya harus bisa mijet. Wkwk mijet ringan ringan gitu deh biar bisa mijet sendiri. (Biar bisa mijet suami juga *lah*)

Oh iya, ilmu gizi juga penting dipelajari loh! Biar tau mana makanan yang baik untuk kesehatan, mana makanan yang bikin gemuk atau bikin kurus ehehehehe (karena masalah berat badan adalah salah satu masalah krusial seorang perempuan wkwk).


8. Ilmu Parenting

Nah ini, pasti pada mikir,

'Gua masih jauh lah mikirin tentang kayak gini! Tentang anak? Tentang suami istri? Mikir tentang nikah? Apalagi! Gak ada pikiran! Masih jauh lah! Gua masih mau ngejar pendidikan dulu! Ngejar karir dulu!'

Lah, ilmu parenting disini juga penting loh. Nggak harus jadi orang tua dulu kalo belajar ilmu ini. Belajar yang simpel dulu, gimana caranya menghadapi atau 'momong' anak anak kecil. Kan ada tuh keluarga atau sodara yang tiba tiba nitipin anaknya gegara lagi ada acara. Nah disini, perempuan juga harus ada ilmunya biar anak kecilnya nggak pada rewel wkwk.

Yak, mungkin cukup sampai disini dulu postingan dari saya. Kalau ada kurang dan salah dalam tulisan mohon dimaafkan yaa. Namanya aja sudut pandang pribadi huehehe.

Kira kira apalagi ya? Monggo komentar di kolom komentar ya! ^^


Andhira A.Mudzalifa