Kamis, 23 Maret 2017

Ketika Kedua Sahabat Terbaik Menikah

Rasa - rasanya, baru kemarin deh saya, Heni, dan Lila bertumbuh bareng. Rumpiin tentang doi masing masing, galauin si 'dia' kapan ngelamar (kalo mereka berdua sih udah tinggal nunggu kepastian, soalnya mereka udah punya gandengan masing-masing. sedangkan saya mah jomblo fisabilillah wqwqwq), kapan hari indah itu akan datang, blablabla.

Eh ternyata, tahun 2017 adalah tahun terindah bagi mereka berdua. Karena pada tahun ini, mereka akhirnya digenapkan oleh pasangan masing-masing! Yay, alhamdulillah. Setelah berpacaran hampir 7 tahun lamanya, akhirnya halal juga hihihihi.

Secara kebetulan juga, pernikahan mereka ini hampir berdekatan (saking terlalu best-friend nya wkwkwk). Heni Ika menikah di bulan Januari 2017 kemarin, sedangkan Lila Amarita menikah di bulan Maret 2017 beberapa hari yang lalu. Heuheuheu, sumpah saya ikut deg-degan campur bahagia looh hihihi.

Jadi, yang duluan melaksanakan pernikahan adalah sahabat saya, Heni Ika beserta pasangannya, Angga Salim. Mereka berdua sudah berpacaran sejak tahun 2010. Dan saya sendiri tahu gimana kisah cinta mereka berdua. Mulai dari kisah LDR Bandung-Blitar, LDR Surabaya-Blitar, sampai pada akhirnya di bulan April 2016 mereka melangsungkan lamaran. Dan pernikahannya dilaksanakan pada bulan Januari 2017, dua bulan yang lalu.

Saya disini berperan sebagai tim rempong, hahaha. Jadi saya berperan sebagai apapun disini sesuai permintaan dari calon manten. Mulai ikut sebar undangan, beliin kebutuhan si mantan manten (karena dia lagi dipingit huahahahah eh), bantu nyiapin makanan buat tamu undangan, dedekoran, sampe nge-henna tangannya si Heni. Ciaciacia itung-itung belajar rempong biar besok ketika waktu saya tiba, saya jadi gak kaget ehehehehehe ups

Daaaan bagian favorit saya di pernikahan Heni adalah... sebagian besar perintilannya bebikinan sendiri! Mulai dari cetak undangan, cetak foto, cetak bunting flag, stik quotes, souvenir, buket bunga sampe buku tamu juga bikin sendiri. Kyaaaaaa! Ya beginilah untungnya kalo tukang bikin kado dan perintilan pernikahan. Semua muanya dilakuin sendiri hueheueheuehae. Btw saya pengennya kalo nikah besok juga gitu sih, weddingnya serba DIY. Serba bebikinan sendiri. Etapi etapi calonnya mana nih belum dateng dateng pffft eaa curhat........

Tanggal 15 Januari 2017, sesi akad nikah antara Heni Ika dan mas Angga Salim pun dilakukan. Entah kenapa kalo hadir di pernikahan orang, bagian favorit saya adalah waktu sesi akad nikah. Rasanya ikut deg-degan dan merinding ketika mempelai pria mengucap "saya terima nikah dan kawinnya..." sambil menjabat tangan sang wali nikah. Ikut lega dan bahagia ketika kata "sah!" bergema di ruangan akad.

Dan bisa ditebak, waktu Heni dan Mas Angga akad nikah kemarin saya nangis huhuhu. Terharu campur lega bahagia :') akhirnya, perjuangan selama ini pun berbuah manis. Barakallah!



 
Sesi termerinding. Sah! Alhamdulillah :')

pose sok sokan resmi huakaka tapi itu kenapa Inula gak sama sendiri sih posenya pfft


Yak pose mulai alay dan menggila wqwqwq. Laaav kalian semuanya! Jangan ada kata tanya "kapan nyusul" diantara kita ya gengs! Jodoh masih disimpan Sang Ilahi wqwq

 Finally diantara kita sudah ada yang digenapkan :')

Sama si mempelai wanita cantik saya hihihi

Konco Kentheeel! hayo siapa duluan ini ya wqwqwq



With Lila, sahabat yang selanjutnya akan saya ceritakan di bawah ini hihihi

Dua bulan berikutnya, tepatnya tanggal 11 Maret yang lalu, sahabat tersayang saya, Lila Amarita pun mengikuti jejak Heni Ika melaksanakan sunnah Rasulullah menyepurnakan separuh agama. Yaaaay! Waktu dapet kabar ini, saya bahagia banget. Soalnya Lila dan Mas Angga (iya, saking kompaknya nama mempelai pria-nya pun sama-sama Angga wqwqwq) sudah berhubungan sejak 2010. Hampir sama kayak Heni dan mas Angga heuheu.

Yang bikin saya merasa bersalah sama Lila adalah saya gak bisa nge-henna-in dia hiks. Soalnya saya pulang ke Blitar waktu hari Jumat malam. Sedangkan henna-nya dipake hari Sabtunya. Hiksss. Untung aja ada Dek Titin yang nge-henna-in dan hasilnya buagussss banget yaaay :3 *kayaknya dia juga bakal ngehenna-in saya waktu nikah nanti* *plak* *woy calon mana dulu woy*

Konsep pernikahan Lila-Angga ini juga keren bangeet! Mana semuanya diurusin sendiri looh hihihi. Bahkan baju akadnya Lila itu jahit sendiri uunch unyu banget :3 *terus jadi pengen* *pengen bajunya* *sekalian nikahnya*

Berhubung saya udah janji sama diri sendiri kalo bakal ngikutin sahabat-sahabat saya mulai dari akad sampe resepsi, jadi saya ngikutin Lila dari akad hari Sabtu (11 Maret) sampe resepsi di hari Minggunya tanggal 12 Maret. Hihihi

Alhamdulillah acaranya lancar. Sempet hujan pas waktu malam hari, waktu temu mantennya tapi acara tetep lanjut. Semoga hujan yang turun waktu itu adalah tanda bahwa rahmat Allah turun di acara walimamereka. Aamiin...

Atatatataaaa to tweetnya. Gini ya kalo udah halal. Saya adeeem banget ngelihat mereka hihihi. Syenang sekaliii~


 Dua foto terakhir adalah foto yang saya upload di ig dan mendapat bully-an paling buanyak huahauahua. Emang itu ulah kedua sahabat saya. Katanya sengaja wkwkwk biar saya cepet nyusul huahuah di-aamiin-kan saja dulu hihihi. Btw fotonya di pernikahan Lila dapetnya dikit banget hiks soon lah saya tambah lagi fotonya


Barakallah atas pernikahan kalian, sahabat-sahabat terbaik saya! Selamat menjalani peran yang baru! Semoga rahmat Allah selalu menaungi kehidupan rumah tangga kalian. Dan doakan sahabatmu yang satu ini juga segera nyusul ya wqwqwqwq ups.

Cari ilmu dan bekal dulu ajalah buat persiapan, hihihi. Karena baper pengen nikah tapi gak usaha cari bekal dan ilmunya kan sama aja bohong. Heuheu. 

Jodoh kan gak tau kapan datengnya. Siapa tahu bentar lagi tiba-tiba datang kan yaa ahahah upsupsups.

Udahlah, kalo diterusin lama-kelamaan bakal ngaco dan melebar kemana-mana dan kemudian baper sendiri. Heu XD

See you on the next post! Doakan gak males posting yaa hihihi.



Yang lagi nungguin kamu datang ke rumah,

Andhira A. Mudzalifa

Sabtu, 11 Februari 2017

Sebuah Cerpen: Tentang Perempuan Itu

Hatiku berdebar tak karuan, ketika menerima sebuah surat elektronik dari sahabatmu. Ya, setelah sekian lama aku mengagumimu, akhirnya kuberanikan diri untuk meminta bantuan pada sahabatmu, Aisyah, untuk menjadi perantara antara aku dan dirimu.

Aku langsung membaca surat yang lumayan panjang itu,

"Hai, assalamualaikum. Terimakasih sudah mempercayaiku untuk menjadi salah satu perantaramu untuk menujunya. Bismillah. Semoga aku amanah.

Tentang perempuan itu,
Perempuan yang akan kau genapi itu, bukanlah perempuan sempurna yang tanpa cela. Dia tetaplah manusia biasa, yang tak luput dari salah dan dosa.

Hanya saja, dia selalu berusaha berbenah. Berusaha untuk membaik untuk setiap harinya. Selalu belajar meluaskan rasa sabar, syukur, dan berusaha mengambil hikmah atas apapun yang terjadi dalam hidupnya.

Perempuan yang akan kau genapi itu, berusaha untuk menyembunyikan segala keluh kesah, rasa kecewa, kemarahannya, kelelahannya hanya pada dirinya. Aku merasakan kalau dia itu kecewa, marah, dan lelah walau dia tak pernah menceritakannya padaku. Dia meleburnya, menggantinya dengan selengkung senyuman di wajahnya. Selelah dan sekecewa apapun, dia selalu tersenyum. 
Jarang sekali kudengar gerutuan dari dirinya. Dia memilih untuk nriman, dan kadang malah berseloroh, "Yaudahlah, dibuat bahagia aja sih. Senyumin aja. Hehehehe" Dan aku sangat bersyukur telah dipertemukan dengan sahabat yang nriman seperti dia.

Perempuan yang akan kau genapi itu, adalah perempuan dengan tingkat kepercayaan diri yang rendah. Dia memang berhasil menutupinya dari orang-orang, tapi tidak denganku. Terkadang, kulihat dia menangis diam-diam, belajar membesarkan dan menabahkan hatinya sendiri ketika rasa rendah diri itu muncul. Menenangkan dirinya sendiri, bahwa setiap orang memiliki pencapaian yang berbeda-beda dalam hidupnya. Memiliki cara tersendiri untuk menebar manfaat kepada sesamanya. Dan dia selalu berhasil, walau kadang rasa rendah dirinya itu muncul kembali di waktu lain.

Perempuan yang akan kau genapi itu, adalah perempuan yang hidup dengan mimpi-mimpi. Itu kulihat dari sorot matanya yang begitu hidup ketika bercerita tentang mimpinya. Dan aku tercengang. Betapa dia sungguh-sungguh memperjuangkan segala mimpinya. Betapa dia sudah jatuh-tersungkur-bangkit lagi demi mimpi-mimpinya agar tetap hidup. Dia adalah perempuan yang selalu percaya, bahwa dalam segala mimpinya ada tangan Allah yang berperan. Dia menjadikan Allah sebagai tujuan utama dari segala mimpinya.

Perempuan yang akan kau genapi itu, adalah perempuan yang tumbuh dengan hati yang setegar karang. Entah dulu sudah berapa kali aku menenangkannya ketika dia hancur karena lelaki yang pernah ia harapkan menjadi penggenap dirinya pergi dan memilih orang lain. Dan setelah itu, aku melihat dia benar-benar bangkit untuk menata hatinya. Belajar memanajemen hatinya, memberi benteng agar tak menjatuhkan hati sebelum waktunya. Dan kini, tak lagi kulihat air matanya tumpah menangisi lelaki manapun.

Perempuan yang akan kau genapi itu, adalah perempuan yang memiliki harapan sederhana akan sosok yang menggenapinya nanti. Katanya, "Syah, aku gak mau minta yang muluk-muluk sama Allah buat laki-laki yang jadi penggenapku nanti. Aku gak minta yang ganteng, yang kaya, yang punya segalanya.

Aku cuma minta, semoga dia adalah sosok yang mau jadi temanku untuk berjalan beriringan meraih ridhaNya, menjadi partner kolaborasi dalam menebar manfaat dalam hidup, dan yang pasti, dunia-akhiratku terasa lebih baik dan surga terasa lebih dekat ketika bersamanya. Eh, ini muluk-muluk gak sih, Syah? Hahaha. Semoga Allah ridha. Aamiin." Aku pun meng-aamiin-kannya keras-keras dalam hati.

Mungkin hanya ini yang bisa ku gambarkan tentangnya. Semoga sedikit membantu. Dia perempuan baik. Dan ku lihat kau adalah seseorang yang mampu menjadi penggenap hidupnya. Sahabatnya sehidup sesurga. Berjuanglah. Inshaa Allah, kau akan sampai.

Wassalamualaikum."


Tak terasa air mataku hampir tumpah. Inikah? Inikah kamu yang sesungguhnya? Aku sedikit takut. Takut jika aku tak bisa menjadi penggenapmu yang baik.

Ku tepiskan segala ketakutan dan kekhawatiranku. Ah, aku tak boleh menyerah. Bukankah, ku niatkan ini hanya meraih ridha Allah semata?

Bismillah. Aku, menujumu. Doakan aku sampai pada tujuanku.

Senin, 09 Januari 2017

A Lookback On 2016

Harusnya nulis ini di akhir tahun kemarin kan ya. Tapi karena sok sokan sibuk, jadi baru nulis sekarang HAHAHAHAHA *nangis*

Sebenernya sih udah nulis, cuman di ig sama kertas tapi gak detail gitu wqwq yha sekarang berhubung udah tanggal 9, cepet cepetan nulis biar gak basi (emang makanan? garing ehe maafkan)

Rasanya lega, udah bisa melalui tahun 2016 kemarin dengan baik. Yah walaupun gak baik baik aja sih soalnya ada yang nggak sesuai dengan ekspektasi dan buanyaaaak banget list-to-do yang belum terlaksana, tapi semuanya harus disyukuri, kan? Hehehehe. Tahun 2017 harus lebih baik lagi hap hap hap, semangat!

Tahun 2016 bagi saya merupakan tahun penuh rasa syukur. Entah, begitu banyak hal yang terjadi di tahun ini yang saya syukuri kehadirannya. Banyak kebahagiaan sederhana yang dulu saya nggak sadari, sekarang jadi makin sering bahagia karena hal-hal yang sederhana. Alhamdulillah, Allah memang perencana yang terbaik. Hehehe. 

Di awal tahun ini, saya sok-sokan jadi pahlawan sampah hahahaha. Memunguti sampah yang ada di aluun-aluun kota dan pantai dalam satu hari sekaligus. Capek? Lumayan. Tapi begitu lihat lingkungan bersih, rasa capeknya langsung hilang dan rasanya langsung bahagia loh HAHAHAHA. cerita detailnya pernah saya tuliskan disini.

Tahun 2016 merupakan tahun yang produktif bagi saya. Mengapa? Karena saya berhasil meluncurkan beberapa produk baru untuk Aderation Project! Yaaaay alhamdulillah. Salah satu hal yang membuat saya bersyukur di tahun ini, karena sebenarnya dari tahun 2015 pingin ngeluncurin produk baru tapi belum keturutan HIKS MAU NANGIS. Tapi sekarang udah punya beberapa produk baru doooongs hihihi. Ada Gantungan Kunci Doodle, Pin Doodle, Mug Doodle, Hand Drawing 4R dan Hand Lettering 4R. Dan ya, seperti doodle product sebelumnya, asli handmade 100%! Alhamdulillah :)

Oh iya, di tahun ini Aderation Project juga terima dekor kwade loh! Sumpah itu pengalaman saya pertama kalinya dekor kwade di pernikahan teman saya (yang udah saya anggap kayak kakak sendiri) dan Alhamdulillah, lancar semuanyaa hahaha. Yuk yang mau dekor dekor monggo kontak Aderation Project ya :D *lama lama Aderation Project buka WO beneran nih wkwkw* *nge-WO-in nikahan sendiri aja dulu deh* 

Di tahun ini saya juga belajar banyak hal, salah tiganya adalah belajar brushlettering, doodle motor sama belajar bikin scrapbook dengan model baru EHEHEHE. Otodidak? Enggak sih, modal liatin Youtube wkwk. Alhamdulillah akhirnya jadi makin produktif *sujud syukur*

Bertemu dengan banyak sahabat baru hingga menganggap mereka seperti saudara sendiri, adalah salah satu hal yang amat saya syukuri di tahun ini. Mereka semualah yang memberi semangat ketika saya lagi down hehehehe thankyou guys! Makasih, Bolo Selawase, Sahabat Telolet, Ukhti-Ukhtiku Mbak Duo Binti dan Mbak Fitria :'D

Tahun ini juga saya bertemu dengan idola, inspirator saya sejak zaman SMP, Mbak Ghea Safferina Adany. Akhirnyaaa setelah 6 tahun ngefans bisa ketemu HAHAHAHA. Cerita lebih detal bisa di cek disini yaa

Tahun 2016 ini saya harus merasakan kehilangan salah satu seseorang yang berarti dalam hidup saya. Kakek saya, ayah dari Bapak, harus berpulang di Bulan Mei 2016. Waktu dapet kabar itu saya langsung nangis di jalan, kemudian linglung. Padahal harus berangkat ke kampus. Akhirnya saya langsung meluncur ke terminal Bungurasih, naik bis biar cepet sampe Blitar. Alhamdulillah, masih bisa menyaksikan pemakaman beliau.

Ah, padahal seminggu sebelumnya saya sempat mampir ke rumah beliau. Memijat dan membopong trus bilang "Sehat terus nggih, Kung..." Tapi ternyata Allah punya rencana yang lain. Semoga tenang disana ya Kung...

Belajar melepaskan banyak hal, tidak menggenggam terlalu kuat dan terlalu berharap dengan apapun yang disuka, adalah salah satu pembelajaran hidup yang saya dapatkan di tahun 2016. Mengikhlaskan dan menerima segala takdir hidup dariNya, percaya akan ada yang terbaik. Alhamdulillah, hidup jadi lebih enteng sih. HEHEHEHE.

Bahagia itu sederhana. Itu yang saya pahami betul di tahun ini. Entah mengapa saya lebih mudah bahagia dengan hal-hal yang sederhana, seperti guyonan receh, misalnya xD *ini mah emang selera humor saya yang terlalu receh, pemirsa* Atau... keliling kota terus nemu sawah dan menikmati semilir angin disana sambil merasakan bau sawah. Sumpah ini bikin saya tenang dan bahagia sih hihihi.

Yang bikin sedih di tahun ini adalah saya sedikit sekali membaca buku. Gak sesuai dengan target yang saya rencanakan HUHUHU. Sedih banget, padahal dulu semangat banget kalo disuruh baca buku. Sekarang mah bleeeh. Kebanyakan alesan mulu kalo disuruh nuntasin buku. Entah itu alesannya banyak tugas, mager, lebih milih baca baca tumblr dan web , gak ada waktu huhuhuhu ini sumpah bikin sedih *alay*. Semogaaaa tahun 2017 ini lebih banyak baca buku biar otak keisi dengan asupan yang sehat dan bergizi, gak keisi berita hoax dan gak bermutu hihihi mohon di-aamiin-kan saja!

Terimakasih, 2016! Terimakasih atas segala hal dan pembelajaran yang membuat diri menjadi lebih kuat, lebih ikhlas, lebih sabar, dan lebih lapang dalam menjalani hidup.

Halo, 2017. Selamat datang! Semoga di tahun ini bisa belajar hal lebih banyak lagi, lebih banyak memberi manfaat dan kebahagiaan kepada orang lain, lebih jujur pada diri sendiri, lebih berani mengambil segala keputusan, dan pastinya lebih bahagia! Yay~

Bismillah, semoga Allah meridhoi setiap langkah yang diambil. 2017, Bergerak Bermanfaat!